
SUMENEP — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep melaksanakan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SDN I Rubaru dan SDN II Rubaru, Rabu (20/8/2026).
Kegiatan pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan strata UKS sekaligus menyosialisasikan buku rapor kesehatan dan buku informasi kesehatan kepada warga sekolah.
Pembinaan melibatkan kader Tiwisada, guru UKS, penanggung jawab (PJ) program anak dan remaja, perawat desa, PJ promosi kesehatan, serta PJ Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM).
Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan penguatan pengetahuan terkait delapan persoalan yang perlu menjadi perhatian dalam pembinaan kesehatan generasi muda, meliputi kenakalan remaja, bahaya merokok, narkoba, HIV/AIDS, kehamilan pranikah, kecacingan, anemia, dan hepatitis.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah mengatakan, pembinaan UKS menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kesehatan di lingkungan sekolah.
“Pembinaan UKS tidak hanya bertujuan meningkatkan strata UKS, tetapi juga membangun pemahaman warga sekolah mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Harapannya, generasi muda memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari berbagai perilaku yang berisiko,” katanya.
Berdasarkan hasil pembinaan di SDN I Rubaru, strata UKS berada pada kategori standar dan PHBS sekolah berada pada klasifikasi II. Sekolah tersebut memiliki sebanyak 11 kader Tiwisada. Namun, pengetahuan kader Tiwisada tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam buku informasi kesehatan masih perlu ditingkatkan.
Sementara di SDN II Rubaru, strata UKS juga berada pada kategori standar dengan PHBS sekolah klasifikasi II. Terdapat 10 kader Tiwisada, namun pengetahuan mereka mengenai PHBS sekolah dalam buku informasi kesehatan juga masih perlu ditingkatkan.
Selain itu, hasil pembinaan di SDN II Rubaru menemukan masih adanya bau asap rokok di ruang guru. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan kawasan tanpa rokok (KTR) di lingkungan sekolah belum diterapkan secara optimal.
Melalui pembinaan UKS, Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep mendorong setiap sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan UKS dan PHBS. Sekolah juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan bebas dari paparan asap rokok, sehingga mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.