Tim ITB Pantau Pengembangan Cabe Jamu untuk Pertanian Ekologis Desa Bangkes

by -28/10/2026
1 Shares

Berita Madura — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB melakukan kunjungan pemantauan ke Desa Bangkes, Pamekasan pada 24‑26 Oktober 2026.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pelatihan yang dilaksanakan pada 15‑16 Mei 2026 dengan tema pengembangan cabe jamu (Piper retrofractum Vahl.) berbasis pertanian ekologis dan pascapanen berkelanjutan untuk produk herbal kesehatan.

Tim yang dipimpin Dr. Ardhiani Kurnia Hidayanti bersama anggota Dr. Nita Yuniati, Dr. Chindy Ulima Zanetta, Dr. Rika Wahyuningtyas (SITH‑ITB) serta Prof. Mohamad Djali (Universitas Padjadjaran), juga dibantu mahasiswa Sarah Khoerunnisa dan Rini Berliani.

Kunjungan bertujuan memantau penerapan teknologi yang telah disampaikan sebelumnya, yaitu teknik pengeringan cabe jamu, pembuatan bubuk cabe jamu, dan pembuatan pupuk organik cair, guna mengidentifikasi peluang pengembangan produk unggulan desa.

Pada hari pertama (24/10), tim mendatangi kediaman warga Nur Kholifah untuk meninjau pembuatan bubuk cabe jamu. Ia menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan.


“Terima kasih kepada tim ITB yang telah memberikan pelatihan di desa kami. Dulu desa kami belum punya produk unggulan, sekarang sudah ada bubuk cabe jamu. Kami berharap ke depannya produksi bisa berjalan lancar, laku, dan diterima luas oleh masyarakat,” ujar Nur Kholifah.

Hari kedua (25/10), tim meninjau penerapan teknik pengeringan dan pembuatan pupuk organik cair di kediaman Masykur Hadi. Ia menjelaskan perbedaan hasil pengeringan antara oven dan rumah pengering: pengeringan dengan oven hanya memerlukan waktu sekitar tiga jam dengan aroma cabe jamu yang lebih harum dan terhindar dari debu, sedangkan rumah pengering memerlukan waktu 3‑6 hari tergantung penggunaan plastik UV. Selain itu, warga juga telah mulai membuat pupuk organik cair untuk pemeliharaan tanaman.

Pada hari terakhir (26/10), tim melanjutkan pemantauan ke kediaman Ahmad Suari dan Waziroh untuk mengevaluasi penerapan teknologi oleh warga.

Ketua tim pengmas Dr. Ardhiani Kurnia Hidayanti menyampaikan bahwa pendampingan berkelanjutan diperlukan agar teknologi yang telah diperkenalkan dapat diterapkan dengan baik, meningkatkan kualitas hasil panen, dan menambah nilai jual cabe jamu milik warga.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pertanian ekologis berkelanjutan sekaligus mengembangkan potensi lokal Desa Bangkes.

Kontributor: Rini Berliani (Biologi 2025)

in ,