
Berita Madura — Kabupaten Sumenep kembali mencatatkan prestasi di sektor pertanian. Tiga varietas kacang komak lokal asal Sumenep resmi ditetapkan sebagai varietas unggul nasional oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Penetapan tersebut ditandai dengan diterbitkannya Tanda Daftar Varietas Tanaman untuk tiga varietas kacang komak lokal, dengan rincian sebagai berikut:
1. Kacang Komak Radhin

Nomor TDVT: 255/A.9/10/2025
2. Kacang Komak Potre

Nomor TDVT: 254/A.9/10/2025
3. Kacang Komak Rato

Nomor TDVT: 257/A.9/10/2025
Ketiga varietas tersebut merupakan varietas lokal khas Kabupaten Sumenep yang telah melalui proses pendaftaran dan verifikasi sesuai ketentuan perundang-undangan, sehingga resmi tercatat sebagai varietas unggul lokal nasional dan mendapatkan perlindungan hukum negara atas kekayaan daerah.
Kacang komak diketahui memiliki kandungan nutrisi tinggi serta bersifat non-gluten, sehingga sangat baik dikonsumsi dan menjadi tambahan bagi masyarakat serta dikembangkan sejak dahulu kala.
Sentra kacang komak di Kabupaten Sumenep tersebar di berbagai titik dan wilayah, meliputi Kecamatan Dungkek, Kecamatan Gapura, Kecamatan Batang-batang, Kecamatan Saronggi dan Kecamatan Talango.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya tiga varietas kacang komak tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil sinergi antara petani, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang berkomitmen menjaga dan mengembangkan varietas lokal.
“Penetapan Kacang Komak Potre, Kacang Komak Rato, dan Kacang Komak Radhin sebagai varietas unggul nasional merupakan langkah strategis dalam melindungi kekayaan plasma nutfah daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani Sumenep,” ujar Chainur Rasyid.
Ia menambahkan, pengakuan nasional ini menjadi bukti bahwa komoditas pertanian lokal Sumenep memiliki kualitas, karakteristik, dan daya saing yang kuat. Ke depan, status varietas unggul nasional tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan budidaya secara lebih luas, memperkuat sistem perbenihan, serta membuka peluang pasar yang lebih besar.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui DKPP berkomitmen untuk terus mendampingi petani, mendorong inovasi pertanian berbasis kearifan lokal, serta memastikan varietas unggulan daerah dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)