Perkuat Rantai Pasok Perikanan, Pemkab Sumenep Jalin Kemitraan Strategis

by -20/04/2026
0 Shares

Berita Madura — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat penguatan di bidang perikanan serta memperkuat rantai pasok perikanan. 

Salah satu komitmen tersebut ditunjukkan dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama salah satu BUMN yaitu PT Perikanan Indonesia serta pihak swasta CV Bhumiagri Nawasena Perkasa.

Bupati Sumenep menyampaikan berbagai langkah akan dilakukan dalam jalinan kemitraan strategis yang dilakukan pemerintah daerah dengan salah satu BUMN dan pihak swasta tersebut, salah satunya adalah membangun pabrik pengolahan ikan. 

“Kami mengharapkan kemitraan dengan dua perusahaan itu mampu mendorong percepatan dan pemanfaatan hasil perikanan di Kabupaten Sumenep. Pabrik pengolahan ikan diharapkan komoditas perikanan lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas, meningkatkan pendapatan nelayan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tuturnya, usai penandatangan di Jakarta, Senin, 13 April 2026. 

Bupati menjelaskan, Kabupaten Sumenep secara geografi memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, baik dari hasil tangkapan laut maupun budidaya. Untuk itu, potensi seperti ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan nelayan. 

“Potensi ini harus dikelola secara optimal agar mampu memberikan dampak nyata,  dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha,” jelasnya. 

Pihaknya optimis, kolaborasi dan kemitraan strategis yang dilakukan mampu membangun ekosistem perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing. 

“Kami optimis dengan kolaborasi yang kuat di sektor perikanan, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi bisa menembus pasar yang lebih luas baik regional bahkan internasional,” tegasnya. 

Sementara Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Titik Mustilasari mengatakan, pihaknya memilih Kabupaten Sumenep, karena sangat prospektif dalam bidang perikanan, misalnya produksi perikanan tangkap yang mencapai 44 ribu ton pertahun, ekosistem budidaya kerapu premium, potensi rumput laut yang cukup besar dan performa ekspor.

“Kami berharap, kolaborasi ini mendorong peningkatan nilai tambah produk perikanan, memperkuat rantai pasok, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

in , ,