
Berita Madura — Dalam rangka memperingati Hari Ibu, peran Kelompok Wanita Tani (KWT) kembali ditegaskan sebagai pilar penting dalam mengokohkan peran perempuan dan ibu, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Di Kecamatan Kota, terdapat lima Kelompok Wanita Tani yang aktif menjalankan berbagai kegiatan produktif dan pemberdayaan.
Dengan mengusung tema “Mengokohkan Peran Perempuan dan Ibu dalam Keluarga ataupun Masyarakat”, KWT menjalankan perannya melalui tiga fungsi utama, yakni sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit usaha tani yang berkelanjutan
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kota, Delly Hos Kapila, menyampaikan bahwa KWT merupakan wadah strategis dalam meningkatkan kapasitas perempuan, khususnya ibu-ibu, agar lebih berdaya dan mandiri.
“Melalui KWT, para ibu tidak hanya belajar bertani, tetapi juga belajar mengelola potensi rumah tangga menjadi sumber penguatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Pada fungsi kelas belajar, KWT berfokus pada peningkatan kapasitas anggota melalui pembelajaran pemanfaatan pekarangan, pengolahan hasil pertanian, pemasaran produk, serta pemahaman gizi keluarga. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan minat anggota secara berkelanjutan.
Menurut Delly, pembelajaran yang diberikan bersifat praktis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kami mendorong ibu-ibu agar mampu memanfaatkan pekarangan rumah, mengolah hasil pertanian sendiri, sekaligus memahami pentingnya gizi seimbang bagi keluarga,” katanya.
Selain itu, fungsi belajar KWT juga menitikberatkan pada pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik, pengembangan ide-ide usaha rumah tangga, serta pemenuhan gizi keluarga melalui pembuatan makanan sehat dan bergizi berbahan lokal.
Sementara itu, fungsi kerja sama KWT menjadi sarana untuk menumbuhkan kerukunan antaranggota dan mempererat silaturahmi. Melalui kerja sama ini, KWT juga mengembangkan usaha simpan pinjam sebagai upaya menguatkan perekonomian dan permodalan bagi pelaku usaha mikro.
“Prinsip usaha simpan pinjam yang dijalankan KWT adalah dari anggota dan untuk anggota. Usaha ini terbukti mampu memback up kegiatan kelompok sekaligus membantu perekonomian keluarga masing-masing anggota,” jelas Delly.
Tidak berhenti di situ, KWT juga terus diarahkan dalam pengembangan usaha olahan hasil pertanian. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pelaksanaan temu usaha peningkatan nilai tambah produk pertanian, yang mencakup pelatihan pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran yang lebih efektif.
Pihaknya berharap, melalui penguatan kelembagaan KWT, para ibu semakin percaya diri dan mampu mengoptimalkan perannya, baik sebagai penggerak ekonomi keluarga maupun sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Momentum Hari Ibu ini menjadi pengingat bahwa perempuan, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam KWT, memiliki peran strategis dalam menciptakan keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera, serta turut membangun masyarakat yang kuat dan berdaya. (*)