
Berita Madura — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus berupaya mendukung keberhasilan program prioritas pemerintah pusat yakni swasembada pangan.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah mendorong peningkatan indeks pertanaman di Sumenep. Tahapan demi tahapan dimasifkan. Saat ini, DKPP Sumenep fokus untuk melakukan pemetaan sawah yang memiliki indeks pertanaman (IP) 100 dan IP 200.
Diketahui, IP 100 dalam bidang pertanian diartikan sebagai lahan pertanian yang mampu menghasilkan panen sekali dalam satu tahun. Sedangkan IP 200 artinya panen dua kali untuk setahun. Tenaga penyuluh pertanian Kabupaten Sumenep yang turun ke lapangan bersama petani berhasil memetakan baku sawah IP 100 seluas 28,603 hektare.
Di sisi lain, tenaga penyuluh pertanian dan petani juga tengah menyusun angka luas baku sawah IP 200.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan bahwa angka pemetaan sawah IP 100 yakni 28,603 hektare menunjukkan betapa besar potensi pertanian yang dimiliki kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Garam Madura.
“Kita berhasil mengidentifikasi luas baku sawah IP 100, 28,603 hektare,” tuturnya, Senin 19 Mei 2025.
Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada seluruh petani untuk senantiasa menjalin kolaborasi bersama penyuluh pertanian yang tersebar di berbagai kecamatan. Dengan begitu, luas baku sawah IP 100 dan IP 200 mampu dimaksimalkan dengan baik untuk menunjang perekonomian petani, sekaligus mendukung keberhasilan program swasembada pangan.
“Kita, bersama penyuluh pertanian terus mendorong dan mendampingi petani dalam memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki pertanian kita. Luas baku sawah yang bisa panen sekali dan panen dua kali, dalam setahun, ini mesti dimanfaatkan dengan baik, untuk keberhasilan program swasembada pangan serta menunjang kesejahteraan bagi petani kita,” tukasnya. (Iqb)