
Berita Madura — Pemimpin merakyat, begitulah yang dikenal dan dipahami masyarakat Sumenep, Madura, pada sosok Achmad Fauzi Wongsojudo atau Cak Fauzi.
Candaan khas, caranya mengakrabkan diri dengan rakyat menjadi hal paling diingat dalam alam bawah sadar masyarakat Sumenep.
Cak Fauzi selalu blusukan ke masyarakat untuk menyerap aspirasi. Dari dulu hingga kini, agenda blusukan Cak Fauzi dikemas sederhana.
Aspirasi dan membangun kebersamaan bersama rakyat menjadi yang terpenting saat blusukan bagi Cak Fauzi. Ia tak persoalkan bila kedatangannya tak dikonsep dengan meriah.
Bila ingin bertemu rakyat, Cak Fauzi tak mengumumkan kedatangannya. Ia tak mau dengan pengumuman tersebut, rakyat harus menyediakan kuda, balon, kembang api, dan pernak-pernik lainnya dalam rangka menyambutnya.
Blusukan tanpa pemberitahuan baginya lebih baik, karena secara spontan mampu membangun kebersamaan. Kendati tak ada pemberitahuan, setiap titik yang dikunjungi Cak Fauzi selalu mengundang perhatian masyarakat sekitar.
Dengan spontan, mereka pun mendatangi Cak Fauzi. Mereka berdialog menyampaikan keluhan, aspirasi, bahkan tak jarang melemparkan candaan kepada Cak Fauzi. (Iqb)