
Berita Madura — Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menghadiri pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa program TMMD merupakan wujud dari semangat membangun karakter dan persatuan lintas sektor, karena dalam pelaksanaannya, TMMD berfokus pada upaya pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
“Berbagai kegiatan yang dilaksanakan TMMD, merupakan wujud nyata upaya percepatan dan pemerataan pembangunan desa, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat,” ungkapnya.
Bupati mengharap seluruh stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan program TMMD ke-126 tahun 2026 mampu merawat semangat gotong royong.
Pihaknya optimistis semangat kebersamaan yang dibawa, mampu mengantarkan keberhasilan dari seluruh target dan capaian atas dilaksanakannya program TMMD ke-126 tahun 2026.
“Kami mengharapkan semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD, harus terus dijaga dan dilestarikan setelah program berakhir,” harapnya.
“Berbagai kegiatan yang dilaksanakan TMMD, merupakan wujud nyata upaya percepatan dan pemerataan pembangunan desa, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat,” tambah ia.
Kendati demikian, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tersebut berpesan agar hasil pembangunan dari program TMMD dijaga dengan baik agar fasilitas dan infrastruktur yang dibangun memberikan manfaat dan dampak secara optimal.
“Yang jelas, pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan saja, namun sejauh mana masyarakat mampu memelihara dan memanfaatkannya dengan baik, supaya program itu berhasil dan mencapai target,” tegas Bupati Fauzi.
Diketahui, program TMMD ke-126 tahun 2026 memiliki berbagai target dan capaian pembangunan di wilayah pedesaan meliputi sasaran kegiatan fisik antara lain, pengaspalan, pembangunan MWK dan Tandon, Pemasangan Paving Stone, Pemasangan Keramik, Pemasangan Kanopi Masjid, dan Pembuatan Plengsengan atau Tembok Penahan Tanah (TPT).
Sedangkan nonfisik adalah Penyuluhan Wasbang, Penyuluhan Rekrutmen TNI, Penyuluhan Bahaya Narkoba, Penyuluhan Sanksi Hukum, Penyuluhan Pencegahan Tengkes (Stunting), Penyuluhan Pentingnya KB Kesehatan, Penyuluhan Budidaya Ikan, Penyuluhan Pertanian, Penyuluhan Tertib Lingkungnan dan Penyuluhan Penghijauan.
Di samping itu, ada sasaran fisik tambahan program unggulan Kasad, yaitu pembangunan 5 unit MCK, pembangunan 5 unit RTLH untuk masyarakat kurang mampu dan pengeboran 5 unit. (*)