Produk Pertanian Lokal Sumenep Tembus Ekspor di Era Cak Fauzi

by -16/10/2024
2 Shares

1. Bawang Goreng Sumenep

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep di era kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo atau Cak Fauzi membuktikan keseriusannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program dan pendampingan.

Untuk meningkatkan kesejahteraan tersebut, Pemkab Sumenep juga mendorong produk-produk pertanian lokal memasuki atau merambah dunia baru, yakni pasar global.

Memulai itu, maka pada tahun 2021, pemerintah mulai menggenjot produktivitas bawang merah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menfasilitasi pengolahan bawang goreng di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru.

Melalui infrastruktur yang disediakan, pada tahun berikutnya, produktivitas bawang merah di Desa Mandala mengalami kenaikan cukup signifikan. Data BPS 2022 mencatat produksi bawang merah Kabupaten Sumenep sebesar 11.553 ton dari luas panen 1.586 hektar.

Bahkan, melalui badan usaha Permata Indah Rubaru (PIR), bawang goreng yang diolah dinilai telah berkualitas, karena menerapkan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), sehingga terbuka potensi untuk diekspor ke kancah global.

Pada tahun 2023, melalui berbagai tahapan yang ketat. Akhirnya, salah satu produk pertanian unggulan khas Sumenep, bawang goreng, dilepas ekspor ke negeri Kincir Angin Belanda.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kabupaten Sumenep, bawang goreng produk kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Pertama Indah Rubaru (PIR) menjalin kontrak mencapai 400 ribu US dolar dengan PT Ben Helen Trading Belanda dalam jangka waktu lima tahun dari tahun 2023 hingga tahun 2028.

2. Kelapa Jambul Sumenep

Dilepasnya bawang goreng Sumenep ke kancah global tidak membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep di bawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo puas.

Pihaknya menggali potensi produk pertanian lainnya agar sama-sama mendapatkan tempat di pasar internasional. Melalui berbagai perundingan, tercetuslah sebuah ide untuk memilih kelapa jambul, sebagai salah satu komoditas pertanian yang akan dipasarkan ke skala lebih luas.

Keseriusan pemerintah bersama pelaku usaha tani untuk mengupayakan produk kelapa jambul bisa ekspor ke kancah dunia, akhirnya menemukan titik terang.

Untuk pertama kalinya, buyer dari Malaysia memberikan kepercayaan kepada CV. Coco Tani Sumekar – sebagai kepanjangan tangan dari pelaku usaha tani kelapa jambul – untuk diekspor dan menjalin kerjasama.

Diketahui, kerjasama yang terjalin antar CV. Coco Tani Sumekar dan Buyer Johorport Malaysia ini, menandatangani permintaan kelapa jambul tembus 10.500 metrik ton hingga akhir tahun 2024.

Pemerintah akan menjalin kesepakatan baru dengan perusahaan internasional untuk mengekspor produk kelapa jambul khas Sumenep. Jalinan kerjasama dengan Buyer Johorport Malaysia, membuat peluang ekspor ke kancah perusahaan-perusahaan lainnya lebih terbuka.

3. Rengginang Sumenep

Selain bawang goreng dan kelapa jambul, Sumenep lagi dan lagi mendapat kepercayaan dari pasar internasional untuk kembali mengekspor produk unggulan lainnya.

Rengginang khas Sumenep diketahui lolos syarat permintaan pasar ekspor lantaran memiliki tekstur rasa yang gurih.

Hal ini tidak lepas peran serta pemerintah era Cak Fauzi yang telah melakukan program dan pendampingan berupa untuk menjaga juga mengembangkan kualitas rengginang.

– Tambahan Informasi –

Pemkab Sumenep tidak hanya mengupayakan produk-produk pertanian lokalnya diekspor ke kancah dunia. Lebih dari pada itu juga mendorong agar produk yang punya potensi ekspor, ini memiliki hak kekayaan intelektual.

Hal tersebut sangat penting agar produk-produk khas Sumenep mendapatkan hak paten secara legal.

Setelah melewati proses dan tahapan-tahapan, tahun 2024 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui DKPP berhasil memperoleh surat pencatatan inventarisasi kekayaan intelektual komunal pengetahuan dari kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Republik Indonesia. (Iqb)

in , ,