
SUMENEP — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep melakukan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan pencegahan perilaku kenakalan remaja di sejumlah sekolah, Jumat (21/8/2026).
Pembinaan tersebut dilaksanakan di SDN 1 Pandian dan SDN 1 Bangselok dengan melibatkan kepala sekolah, guru UKS, guru kelas serta kader Tiwisada.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah mengatakan, pembinaan UKS bertujuan meningkatkan strata UKS di sekolah sekaligus meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mensosialisasikan buku rapor kesehatan dan buku informasi kesehatan kepada warga sekolah.
“Pembinaan ini penting untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai berbagai persoalan kesehatan dan perilaku yang harus dihindari sejak dini,” katanya.
Materi pembinaan mencakup sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, seperti kenakalan remaja, bahaya merokok, penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, kehamilan pranikah, kecacingan, anemia hingga hepatitis.
Dari hasil pembinaan di SDN 1 Pandian, diketahui strata UKS berada pada kategori standar dan PHBS sekolah berada pada klasifikasi II. Sekolah tersebut memiliki sebanyak 50 kader Tiwisada. Namun, pengetahuan kader Tiwisada mengenai perilaku hidup bersih dan sehat melalui buku informasi kesehatan masih perlu ditingkatkan.
Sementara itu, SDN 1 Bangselok juga memiliki strata UKS standar dan PHBS sekolah klasifikasi II. Sebanyak 40 kader Tiwisada mengikuti kegiatan tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi, pengetahuan kader mengenai PHBS sekolah melalui buku informasi kesehatan juga masih perlu ditingkatkan.
Melalui pembinaan tersebut, Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep berharap sekolah mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan UKS dan PHBS, sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan kesehatan yang lebih baik serta mampu menghindari berbagai perilaku berisiko.