Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Inklusif melalui Pengarusutamaan Gender

by -05/07/2026
0 Shares

Berita Madura – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus memperkuat implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan sebagaimana yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Sumenep tahun 2025-2029.

Sebagai koordinator perencanaan pembangunan daerah, Bappeda mendorong seluruh perangkat daerah untuk mengintegrasikan perspektif gender dalam penyusunan program dan kegiatan melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, STP., M.Si., IPU., ASEAN Eng, menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjamin kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat.

“Perencanaan pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan seluruh masyarakat secara adil. Oleh karena itu, perspektif gender dan inklusi sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah,” ujarnya.

Melalui kegiatan implementasi PUG, perangkat daerah dibekali pemahaman mengenai penyusunan Gender Analysis Pathway (GAP), Gender Budget Statement (GBS), dan Term of Reference (TOR) agar setiap program dan anggaran benar-benar responsif terhadap kebutuhan masyarakat berdasarkan data terpilah.

Bappeda juga menegaskan bahwa pembangunan inklusif hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Implementasi PUG diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan, mengurangi kesenjangan, serta memastikan setiap kebijakan pembangunan memberikan manfaat yang adil bagi seluruh masyarakat, sejalan dengan prinsip No One Left Behind.

– Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci, Bappeda Sumenep Dukung Percepatan Imunisasi di Kabupaten Sumenep – 

Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan kesehatan melalui percepatan cakupan imunisasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). 

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, STP., M.Si., IPU., ASEAN Eng, usai menghadiri Advokasi Akselerasi Imunisasi Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur dan diikuti oleh pemerintah kabupaten di wilayah Madura serta beberapa kabupaten lainnya. 

Kegiatan tersebut turut melibatkan Kepala Bappeda, Dinas Kesehatan P2KB, Dinas Kominfo, sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor dalam peningkatan cakupan imunisasi. 

Arif Firmanto menegaskan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan bagian dari perencanaan pembangunan daerah yang membutuhkan dukungan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan. 

“Pembangunan kesehatan merupakan investasi pembangunan manusia. Karena itu, percepatan imunisasi harus menjadi agenda bersama yang didukung melalui perencanaan, penganggaran, edukasi masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa imunisasi memiliki peran strategis dalam mencegah penyakit menular sekaligus mendukung upaya penurunan stunting. Anak yang memperoleh imunisasi lengkap memiliki perlindungan lebih baik terhadap infeksi berulang yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan. 

Bappeda Kabupaten Sumenep akan terus mengintegrasikan isu kesehatan, khususnya peningkatan cakupan imunisasi, ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah agar setiap program lintas perangkat daerah dapat saling mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan.

Selain penguatan layanan kesehatan, upaya tersebut juga akan didukung melalui edukasi kepada masyarakat, pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan, serta sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, media, dan masyarakat. 

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperluas cakupan imunisasi, menurunkan angka zero dose, serta mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (*)

in