
Berita Madura — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menggelar sosialisasi mengenai penggunaan aplikasi SIPD-RI modul E-Dalev (Elektronik Pengendalian dan Evaluasi). Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (13/05/2026) bertempat di Ruang Rapat Potre Koning, Kantor Bappeda Sumenep.
Acara ini dihadiri oleh para Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Program dan Keuangan dari 27 Kecamatan se-Kabupaten Sumenep.
Langkah ini diambil untuk memastikan keselarasan pelaporan kinerja di tingkat kecamatan dengan target makro pembangunan daerah.
Aplikasi E-Dalev merupakan instrumen strategis yang dikembangkan oleh Kemendagri sebagai bagian terintegrasi dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Fungsinya sangat krusial, yakni monitoring dan evaluasi, memantau capaian kinerja perangkat daerah secara berkala.
Sinkronisasi Kinerja, mengintegrasikan capaian kinerja Renja PD menjadi capaian Kinerja RKPD Kabupaten.
Dan syarat administrasi, hasil inputan pada E-Dalev menjadi syarat mutlak dalam proses fasilitasi RKPD tahun anggaran berikutnya serta fasilitasi Perubahan RKPD tahun berjalan.
Dalam pertemuan tersebut, ditekankan bahwa akurasi data penginputan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan basis pengambilan kebijakan pembangunan di Sumenep.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang sesi.
Tidak hanya menyimak materi, para Kasubbag Program dari berbagai kecamatan langsung melakukan simulasi dan penginputan data kinerja pada aplikasi tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap kendala teknis dapat langsung teratasi dengan pendampingan dari tim teknis Bappeda.
“Aplikasi ini adalah kunci transparansi dan akuntabilitas. Dengan penginputan yang disiplin, kita memastikan setiap program pembangunan di tingkat kecamatan terukur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar perwakilan Bappeda Sumenep di sela-sela kegiatan.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep dapat mengoptimalkan penggunaan E-Dalev, sehingga proses perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. (*)