
Berita Madura — Naghfir’s Institute kembali menegaskan komitmennya dalam menebar nilai kemanusiaan melalui penyelenggaraan Naghfir Institute Award 2026, sebuah ajang penghargaan bagi tokoh-tokoh masyarakat yang selama ini mengabdi tanpa sorotan.
Digelar bertepatan dengan momentum Ramadan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa kebaikan tidak selalu hadir dari panggung besar, melainkan dari kerja-kerja sunyi yang konsisten memberi manfaat bagi sesama.
Direktur Eksekutif Naghfir’s Institute, Naghfir menyampaikan bahwa penghargaan ini lahir dari kesadaran untuk menghadirkan teladan nyata di tengah masyarakat.
“Banyak orang berjasa di sekitar kita, tetapi jarang disebut. Padahal merekalah penguat nilai sosial, keagamaan, pendidikan, dan kemanusiaan. Melalui award ini, kami ingin menghadirkan penghormatan sekaligus menginspirasi masyarakat untuk terus berbuat baik,” ujarnya.
Mengangkat Sosok-Sosok yang Selama Ini Mengabdi Tanpa Panggung
Sebanyak 9 inspirator menerima penghargaan yang terbagi dalam beberapa kategori pengabdian.
Kategori Pelopor Kebaikan Bidang Sosial dan Keagamaan
Siti Aisyah — Guru ngaji yang istiqamah membimbing generasi muda membaca Al-Qur’an dan menanamkan akhlak.
Saleh — Sopir ambulans yang setia melayani warga tanpa mengenal waktu, bahkan dalam kondisi darurat.
Totok — Penggali kubur yang menjalankan tugas kemanusiaan terakhir dengan penuh keikhlasan.
Kategori Pelopor Kebaikan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
Guru Honorer — Sosok pendidik yang tetap mengajar dengan segala keterbatasan demi masa depan anak-anak bangsa.
Syaf Anton WR — Seniman yang menjaga dan merawat nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Ust Yanto — Guru madrasah yang mengabdikan diri dalam pendidikan keagamaan generasi muda.
Kategori Pelopor Kebaikan Keluarga
Pemulung — Pejuang keluarga yang bekerja keras memenuhi kebutuhan hidup dengan penuh keteguhan.
Tukang Sampah — Garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Soni — Pengemudi ojek online yang tak hanya mencari nafkah, tetapi juga aktif membantu warga yang membutuhkan.
Ramadan sebagai Momentum Menebar Kepedulian
Penyelenggaraan award ini sengaja dihadirkan pada bulan suci Ramadan sebagai pengingat bahwa ibadah tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga sosial.
Menghargai sesama, membantu kehidupan orang lain, dan menjaga nilai kemanusiaan merupakan bagian dari praktik keberagamaan yang nyata.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi kolektif agar masyarakat semakin peka terhadap lingkungan sekitar serta tidak ragu menebar kebaikan, sekecil apa pun bentuknya.
“Naghfir Institute Award 2026 bukan sekadar penghargaan, melainkan gerakan moral untuk menghidupkan kembali budaya apresiasi, empati, dan gotong royong di tengah kehidupan sosial. Karena pada akhirnya, perubahan besar selalu dimulai dari orang-orang baik yang bekerja tanpa panggung,” pungkas Naghfir. (Iqb)