
Berita Madura — Pembangunan di Kabupaten Sumenep selama satu tahun terakhir menunjukkan tren yang semakin positif. Capaian tersebut tercermin dari progres realisasi program prioritas pembangunan daerah yang dijalankan sesuai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menjelaskan bahwa setiap tahun pemerintah daerah menetapkan fokus pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan daerah. Pada tahun anggaran 2025, Pemkab Sumenep mengusung tema pembangunan “Menguatkan Stabilitas Sosial Ekonomi, Pemerataan Layanan Infrastruktur Dasar dan Kebutuhan Dasar Unggul.”
Tujuh Program Prioritas Pembangunan
Untuk mewujudkan tema tersebut, Pemkab Sumenep menetapkan tujuh program prioritas pembangunan. Program pertama berfokus pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah serta penguatan daya saing sektor pariwisata, industri kecil menengah (IKM), dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program prioritas kedua diarahkan pada pemerataan pembangunan infrastruktur publik dan pelayanan dasar dengan tetap memperhatikan daya dukung serta kelestarian lingkungan.
Selanjutnya, program ketiga menitikberatkan pada pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter, serta layanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat.
Program prioritas keempat adalah pemantapan kompetensi tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Program kelima difokuskan pada peningkatan ketenteraman dan ketertiban umum serta penguatan penanganan berbagai persoalan sosial.
Selain itu, Pemkab Sumenep juga memprioritaskan peningkatan aksesibilitas wilayah kepulauan dan daratan guna mendukung pemerataan pembangunan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Adapun program prioritas ketujuh adalah peningkatan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan berbasis digital.
IPM dan Kesejahteraan Masyarakat Meningkat
Implementasi tujuh program prioritas tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumenep yang terus mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir.
Pada tahun 2021, IPM Sumenep tercatat sebesar 67,74. Angka tersebut meningkat menjadi 68,49 pada 2022, naik kembali menjadi 69,13 pada 2023, kemudian 69,78 pada 2024, dan mencapai 70,54 pada tahun 2025. Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Sumenep.
Dari sisi kesehatan, rata-rata usia harapan hidup masyarakat Sumenep kini berada pada kisaran 73–74 tahun. Sementara itu, daya beli masyarakat juga menunjukkan tren positif, dengan rata-rata kemampuan konsumsi barang dan jasa mencapai Rp 885,9 ribu per kapita per bulan.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang dilakukan Pemkab Sumenep memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Arif.

Angka Kemiskinan dan Pengangguran Terus Menurun
Keberhasilan pembangunan juga tercermin dari menurunnya angka kemiskinan. Pada tahun 2021, persentase penduduk miskin di Sumenep berada di angka 20,51 persen. Angka tersebut turun menjadi 18,76 persen pada 2022, 18,70 persen pada 2023, kemudian 17,78 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 17,02 persen pada tahun 2025.
Meski demikian, Arif menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tetap harus dimaksimalkan mengingat jumlah penduduk miskin secara absolut masih tergolong tinggi. Secara keseluruhan, program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Pemkab Sumenep telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin sekitar 7.940 jiwa.
Selain itu, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan. TPT Sumenep pada tahun 2021 tercatat sebesar 2,31 persen, turun menjadi 1,36 persen pada 2022, kemudian 1,71 persen pada 2023, 1,69 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 1,64 persen pada tahun 2025.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan, serta industri manufaktur menjadi lapangan kerja utama yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Sumenep.
Untuk menekan angka pengangguran, Pemkab Sumenep secara aktif menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi, serta melakukan pembinaan, pendampingan, dan sosialisasi kepada pelaku usaha dan tenaga kerja. Upaya ini ditujukan untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan, sehingga perusahaan dapat tumbuh sehat dan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak.
Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Pendapatan
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 3,77 persen. Hingga Triwulan III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi telah mencapai 5,85 persen. Sementara data resmi pertumbuhan ekonomi tahunan hingga Triwulan IV tahun 2025 masih menunggu rilis dan diperkirakan akan diumumkan pada akhir Februari 2026.
Pertumbuhan ini didorong oleh pengembangan potensi wisata bahari, budaya, dan religi yang memberikan efek berganda terhadap sektor jasa, perdagangan, dan usaha masyarakat.
Dampak positif pembangunan juga terlihat pada Rasio Gini sebagai indikator pemerataan pendapatan.
Rasio Gini Sumenep pada tahun 2021 tercatat sebesar 0,294, menurun menjadi 0,266 pada 2022, kemudian 0,287 pada 2023, meningkat menjadi 0,308 pada 2024, dan berhasil ditekan menjadi 0,221 pada tahun 2025.
Reformasi Birokrasi dan Kepuasan Masyarakat
Di sisi tata kelola pemerintahan, Pemkab Sumenep terus mengoptimalkan reformasi birokrasi guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan publik yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Sumenep pada tahun 2024 tercatat sebesar 78,08, sementara capaian tahun 2025 masih menunggu rilis resmi.
Respons positif masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah tercermin dari meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat. Pada tahun 2024, indeks kepuasan masyarakat berada di angka 84,72 dan meningkat signifikan menjadi 89,59 pada tahun 2025.
“Meningkatnya kepuasan masyarakat tidak lepas dari pelayanan publik yang semakin baik, responsif, dan profesional,” pungkas Arif. (*)