
Berita Madura — Panen raya padi (IP) 300 yang berlangsung pada Selasa, 28 Oktober 2025 di Desa Bunpenang, Kecamatan Dungkek, menjadi salah satu upaya nyata petani dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendukung program pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan nasjonal. Panen tersebut dilakukan pada hamparan lahan seluas sekitar 52 hektare.
Dari total lahan sawah di Kecamatan Dungkek, sekitar 10 hektare yang menerapkan pola tanam padi IP 300 mulai dipanen, sementara sisanya akan menyusul dalam beberapa hari ke depan.
Kegiatan panen raya ini dihadiri oleh Dandim 0827 Sumenep, Kapolres Sumenep, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid, Kepala BPS, Kepala Bulog Sumenep, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani se-Kecamatan Dungkek.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa hasil pengukuran menunjukkan produktivitas padi mencapai 6,1 ton per hektare. Capaian tersebut adalah bukti bahwa inovasi pola tanam intensif dapat memberikan hasil optimal jika dikelola dengan baik dan didukung berbagai pihak.
“Panen raya ini bukan hanya soal hasil produksi, tetapi juga bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para petani. Dukungan di lapangan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan IP 300 di Sumenep,” ujar Chainur Rasyid.
Ia menambahkan, capaian tersebut juga berperan dalam mendukung agenda nasional terkait ketahanan pangan.
“Akhir tahun nanti, Bapak Presiden RI akan mendeklarasikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Panen hari ini diharapkan mampu menunjukkan bahwa para petani di Sumenep, khususnya di Kecamatan Dungkek, memiliki peran besar dalam mendukung swasembada pangan nasional,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen terus memperluas penerapan penanaman padi IP 300 dengan memperkuat pendampingan, penyediaan sarana produksi, dan akses pasar. Diharapkan, keberhasilan di Kecamatan Dungkek dapat menjadi percontohan bagi kecamatan lain di wilayah Madura. (Iqb)